Air kelapa hijau mengandung tanin atau antidotum (antiracun) yang tinggi. Kandungan zat kimianya yang menonjol berupa enzim yang mampu mengurai sifat racun.
Dr Batunahal Gultom SKM, pengajar di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, menyarankan penderita keracunan bakteri Clostridium botulinum, Clostridium perfringens, Staphylococcus, dan Bacillus cereus mengonsumsi sebutir air kelapa hijau muda.
Setelah 4-5 jam minum air kelapa tersebut, Batunahal menyarankan penderita minum obat urus-urus. Langkah selanjutnya, penderita mengonsumsi kembali sebutir air buah kelapa hijau. Bila kondisinya parah, ia menyarankan penderita dibawa ke puskesmas atau rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif dan suntikan serum antitoksin.
Sudarman menambahkan, air kelapa hijau, terutama buah yang muda, mengandung glukosa, sakarosa, fruktosa, sukrosa mineral, dan asam amino, enzim, protein, kalium, fosfor, besi, belerang, vitamin A, B1, dan C. Minyaknya mengandung gliserida yang berisi asam laurat, asam miristinat,
